Terlalu Addict Itu Enggak Baik

Tak Berkategori Mei 18th, 2011

Masalah ini dialami oleh salah seorang temanku. Dia sangat addict sama yang namanya Korea. Dia bilang udah lama suka sama negara tersebut, lebih lama dari BBF muncul. hahaha. Karena ke-addict-annya, semua social networkingnya berbau korea. Mulai dari profil picture sampai namanya juga. Hal itu berakibat semua teman-temannya tidak meresponnya. Teman-temannya bilang kalau mereka enggak suka berhubungan sama orang yang enggak pake nama asli di facebook. Kasihan banget temenku itu, tapi mau gimana lagi. hahaha.

Aku sendiri ga suka sih kalo ada yang namanya sok-sok jepang atau korea, tapi aku ga pernah terlalu menunjukkan kalau aku tuh benci. Aku selalu memberi tahu saja.

Selain itu terlalu addict akan suatu hal juga dapat berakibat buruk pada diri kita. Bisa saja kita jadi gila jika tidak mendapatkan sesuatu yang tidak kita dapatkan. Alangkah lebih baiknya menyukai sesuatu hal dalam batas yang wajar dan jangan berlebihan.

Blogklinik Mei 5th, 2011

Enggak tahu harus berkata apa lagi, aku ingin pindaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah dari tempat kuliahku sekarang. Setelah hampir satu tahun di sana aku merasakan ada sistem yang agak kacau di sini. aku enggak tega sama orang tua kalau aku enggak lulus-lulus akibat arogansi pihak-pihak yang seharusnya tidak berpengaruh dalam kuliah kalau di tempat kuliah lainnya. Siapakah itu? Jawabannya adalah senior yang merangkap sebagai asisten laboratorium atau bisa disebut juga asisten dosen. Apa pengaruh mereka dalam perkuliahan kita? Mari aku jabarkan secara detil.

Di jurusanku ada kurang lebih 11 praktikum yang harus diikuti mahasiswanya. Praktikum tersebut masuk kedalam jatah SKS sebesar 1 SKS. Tentu saja dengan begitu praktikum sangat berpengaruh terhadap indeks prestasi kita. Jika ada mata kuliah yang dipraktikumkan maka pembagian nilainya adalah 65% untuk mata kuliah dan 35% untuk praktikum. Sedangkan praktikum tanpa mata kuliah bobotnya 100% nilai praktikum.

Kegiatan praktikum tidak dipegang oleh dosen melainkan dipegang penuh oleh asisten laboratorium tanpa ada pengawasan dari kepala laboratorium yang seorang dosen. Asisten laboratorium adalah mahasiswa tingkat atas dengan syarat kelulusan nilai praktikumnya minimal B. Tapi di kampusku itu hanya sekedar syarat yang tak perlu dipedulikan. Asisten laboratorium dipilih dari 2 UKM jurusan. Jadi mau pintar atau bodoh bisa jadi asisten laboratorium yang penting merupakan salah satu anggota dari UKM jurusan.

Setiap praktikum pasti mempunyai tugas membuat laporan. Laporannya itu dibuat dengan tulis tangan dengan jumlah lembar untuk dasar teorinya cukup banyak. Ada yang 15 lembar, 20 lembar, 25 lembar, bahkan ada yang 10 lembar di buku kampus dan 15 lembar di kertas HVS dengan batas waktu yang sangat sedikit. Aku sendiri merasakan manfaatnya, yaitu aku jadi membaca buku yang aku salin. Tapi dampak negatifnya adalah aku sering bergadang, ngantuk di kelas, kuliah keteteran, semuanya dilakukan hanya untuk praktikum. Daripada manfaat lebih banyak hal negatif yang aku dapat. kalau dipikir-pikir itu semua sama dengan membunuh pelan-pelan.

Enam orang dari angkatanku pernah ada yang mengadu ke ketua jurusan. Mereka bilang kalau praktikum dipersulit, dimintain ini-itu-lah, dimarah-marahi dan lain sebagainya. Mereka mengadu karena kita memang berhak mengadu dalam hal apapun perkuliahan. Tentu saja ketua jurusan bertindak cepat. Beliau meminta kepala laboratorium untuk membuat tugas yang hanya dikerjakan di dalam laboratorium dan tidak boleh dibawa ke rumah. Setelah itu kepala laboratorium berkata pada asisten laboratorium. dan hasilnya adalah asisten laboratorium marah pada angkatan kami. Angkatan kami di blacklist sehingga tidak dapat menjadi asisten laboratorium, itu berpengaruh pada praktikum selanjutnya. Bukan hanya itu, nilai praktikum semuanya dipangkas dan semua bernilai D. Untung mata ada mata kuliahnya sehingga nilai akhirnya terbantu, meskipun sangat tidak memuaskan.

Gara-gara itu semua angkatanku dianggap angkatan cemen, lemah, dan hal jelek lainnya. Sekain itu angkatan kami juga dijelek-jelekan pada jurusan lain. Semboyan solidaritas memang hanya tempelan saja di bendera jurusan dan tidak bermakna apa-apa. Mana ada kakak yang menjelek-jelekan adiknya sendiri. Mana ada seorang kakak yang membenci adiknya sendiri. Semua itu membuat aku lelah. Aku ingin lulus 4 tahun dan membahagiakan orang tua, tapi kalau sudah terlanjur diblacklist, kapan aku lulusnya. Belum lagi ada isu praktikum yang nilainya D harus diulang. Boleh kalau enggak bayar lagi, ini harus bayar lagi mana mahal lagi hampir 200 ribu.

Mama, aku ingin pidah kuliah. Tolong izinkanlah aku. Aku berjanji akan belajar dengan benar dan meraih indeks prestasi yang bagus seperti di kuliahku sekarang.

Ya Allah, berikanlah jalan terbaik. Aku ingin pindah, aku enggak mau merusak ragaku hanya demi arogansi orang-orang yang tidak dewasa itu. Ya Allah kabulkanlah doaku.

Beginilah Kalo Orang Sedang Bosan

Hot Issue, Tak Berkategori Maret 24th, 2011

inilah kelakuan orang yang sedang bosan.. hha

Bored Session! by diph-tegh

Tidak Memuaskan dan Sia-sia

Blogklinik, Lentera Kalbu Maret 17th, 2011

Kecewa, saat melihat nilai kuliah yang tidak begitu memuaskan. Hasil yang aku peroleh benar-benar tidak sesuai usaha yang telah aku lakukan. Hasil kuliahku sama saja dengan orang lain, malahan nilai praktikumku kecil sekali. Sehingga nilai totalnya lebih kecil dari orang-orang yang kuliahnya santai. Besar penyesalan yang aku rasakan. Usahaku benar-benar sangat terasa sia-sia. Dosenku sudah mengatakan kalau nilaiku jauh dari yang lain, tapi kenyataannya? BOHONG BESAR. Bukan aku ingin menyombongkan diri atau ingin di atas teman-teman yang lain, tapi kalau kenyataannya tidak seperti dengan hasil? Bolehkah aku seperti ini?

Kalau ditelisik, ternyata nilai rendah pada praktikum dikarenakan angkatan aku memiliki kasus yang membuat para senior yang menjadi asisten dosenpraktikum marah besar. Kasusnya adalah seseorang diantara kami melaporkan pada ketua jurusan kalau praktikum dirasa terlalu berat dan menyusahkan. Mendengar hal itu, ketua jurusan menyuruh koordinator laboratorium untuk menugaskan sewajarnya karena nilai terpenting itu di mata kuliah. Sebesar apapun nilai praktikumnya tapi kalau nilai kuliahnya jeblog itu semua sia-sia. Koordinator laboratorium tentu saja memarahi asisten laboratorium. Nah, imbas dari semua itu adalah para senior mem-backlist angkatan kami. Dan nilai praktikum kami tak ada yang lebih dari 52 alias D. Nilai yang nyaris sempurana yang aku dapatkan pada mata kuliah itu [un menjadi sia-sia karena hasilnya tetap tidak memuaskan.

Semenjak mengetahui hal tersebut aku jadi malas untuk selalu mengerjakan tugas praktikum karena itu semua akan menjadi sia-sia. Katanya praktikum yang lain akan mengikuti praktikum yang telah aku ikuti. Sebisa dan sesempurna apapun praktikum kita, kita akan mendapatkan nilai D. Jika D, maka sesempurna apapun nilai kuliah kita pasti hasil akhirnya tetap B.

Setelah mengobrol-ngobrol mengenai hal tersebut, aku sedikit kecewa mengenai sistem yang ada di kampus ini. entah kenapa semangat untuk kuliah menjadi drop dan semangat untuk SNMPTN semakin besar. aku ingin kuliah normal, cepat lulus, dan tidak diberatkan dengan hal yang tidak patut diberatkan. Kenyataan ini membuat aku sedikit stres dan pesimis.

Untuk saat ini, aku hanya meminta Allah untuk menuntunku dalam keadilan. Semoga aku selalu dilindungi oleh Allah dari segala ketidak-adilan di muka bumi ini.

1 Minggu penuh derita

Lentera Kalbu Februari 26th, 2011

Huft. Menghembuskan nafas. Enggak kerasa udah hari sabtu lagi. Betapa bahagianya bertemu dengan akhir pekan, biasang enggak seperti ini. Bisa dibilang, pekan ini sama besok adalah pekan tersibuk dalam kehidupan perkuliahanku. Jelas saja 2 praktikum dilaksanakan sebelum UTS. Seperti tahun-tahun sebelumnya, praktikum merupakan momok yg sangat menakutkan bagi mahasiswa teknik mesin. Terang saja, tugasnya banyak dan semua ditulis tangan. Ngalong udh jadi lifestyle saat praktikum dimulai. Haha. Tangan bareuh dan