Selamat Datang Semester 2

Celoteh Februari 7th, 2011

Senin, sebuah kata yang paling dibenci setiap orang. Termasuk aku! Bukannya memungkiri suatu kenyataan tapi libur semester yang cuma satu minggu aku rasa benar-benar tidak cukup. Masih ingin istirahat di rumah, masih ingin ngunduh file-file, masih ingin blogging, masih ingin beres-beres rumah, dan masih banyak keinginan lainnya yang enggak bisa dilakukan saat kuliah. Huft, tapi apa mau di kata, kenyataanlah yang ada. Hari ini adalah hari Senin. Awal hari dimana kita mulai beraktivitas.

Untungnya hari ini masuknya agak siang. Pukul 11.oo WIB. Jadi bisa santai-santai dulu dan bisa curat-coret blog kaya gini. Hehehehe. Tapi tetap ga bisa terlalu lama memandangi laptop karena bisa-bisa lupa waktu dan akhirnya enggak kuliah. Hahaha. Aku harus buktiin ke orang tua meskipun di rumah aku selalu santai-santai dan tak pernah terlihat belajar tapi aku harus mendapatkan nilai yang bagus, Sedikit curhat dan keinginan, saat ini aku lagi kesal sama orang tua gara-gara beliau marah-marah enggak jelas. Aku bingung sendiri, ya udah deh daripada aku dendam lebih baik aku menjauhkan diri sebentar dari mereka. Terlalu dekat memang asyik tapi selalu jadi bahan amarah saja, kalau jauh aku bisa lebih dewasa karena melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan orang tua.

Balik lagi ke semester 2, di semester 2 ini kau berharap bisa memperoleh ilmu dan hasil yang memuaskan. Kalau bisa sih aku dapet kerja part-time berhubung jadwal kuliah aku longgar. Ingin coba cari duit sendiri. Ya, semoga aja yang kuasa bisa memberikan sinar terangnya buatku. Satu lagi harapannya, semoga mata kuliahnya enggak terlalu susah, suapaya aku bisa ngejar. Amin!

Follower dan Following

Celoteh Februari 7th, 2011

Bagi kalian maniak twitter mungkin udah ga asing lagi istilah follower dan following. Mungkin perlu aku jelaskan lagi pake bahasa aku sendiri. Follower adalah orang-orang yang mengikuti kita. Orang-orang tersebut bisa mengetahui tweet kita sesuai timeline (waktu upadate). Sedangkan following itu adalah orang-orang yang kita ikuti. Berdasarkan twitter, semua tweetnya bisa kita baca sesuai timeline. Untuk lebih jelasnya aku contohkan dengan aku mengikuti (follow) akun twitternya artis A. Kalau kata aku, artis itu adalah following. Kalau kata artis aku tuh follower.

Hal yang ingin aku bahas tentang banyaknya jumlah follower dan following. Kata anak-anak gaul kalau followernya lebih banyak dari following itu berarti anak gaul yang eksis, sebaliknya kalau followernya lebih sedikit dari following itu berarti orang yang sedang mencari eksistansi, social climbing gitu. Hahaha. Sampai ada akun twitter TEAM FOLLOW BACK yang berfungsi untuk me-follow balik si user supaya jumlah followernya semakin banyak.

Tapi, kalau aku pikir-pikir lagi. Lebih baik semakin sedikit jumlah follower semakin baik. Mengapa? Ya karena semakin banyak follower semakin banyak pula orag yang mengetahui update tweet kita. Apalagi kalau tweet kita isinya hal-hal pribadi berupa curhat, pastinya bisa menimbulkan kesan tersendiri. Misalnya isi tweet kita berupa amarah pada seseorang tanpa menyebutkan nyawa. Semua follower bisa membacanya dan merasa kalau dirinya adalah orang yang dimaksud oleh kita. Tapi semakin banyak follower semakin bagus untuk akun twitter berita atau blog. Dengan begitu orang-orang bisa mengetahui berbagai berita dalam waktu singkat. Semakin banyak jumlah following semakin bagus karena kita bisa mengetahui berbagai informasi dari berbagai tweet yang kita ikuti. Apalagi kalau akun twitter berita, dijamin kita enggak akan ketinggaln berita. Tapi terkadang kalau kita me-follow orang yang kurang penting tweetnya suka kesal. Apalagi kalau isinya marah-marah, suka bikin kesel aja.

Kalau buat aku, masalah follower dan following bebas, serahkan pada pengguna. Sesuaikan saja dengan kebutuhan. Karena jumlah follower, following, dan tweet bukan tolak ukur eksistansi seseorang dalam jejaring sosial tersebut. Intinya kita bisa enjoy menggunakan twitter, tanpa ada bebean dalam bentuk apapun.

Ceritanya Pesawat

Celoteh Februari 2nd, 2011

Gara-gara nonton Konkatsu! saat daerah Haruna akan dijual, seluruh warganya berusaha menyelamatkannya. dengan cara meramaikan daerah tersebut menjadi pusat perdagangan seperti zaman dulu. Usaha Kuniyuki untuk berjualan souvenir berupa jimat berbentuk patung budha (sesuai dengan simbol kota tersebut) dari kain flanel memberikanku suatu ide cemerlang, yaitu membuat kerajinan dari kain flanel. Tidak hanya itu, aku berencana menjualnya. Tidak muluk-muluk, aku ingin menjualnya ke teman-teman sekitar dulu. Tapi ada satu hal yang menjadi masalah, aku tidak bisa menjahit. Tidak sampai disitu saja, aku akan mengajak beberapa temanku untuk turut serta dalam usaha ini. Tugas aku nanti lebih ke bagian pemasaran dan investas karena itu yang aku bisa saat ini.

Read the rest of this entry »

Ada Apa dengan Teman-teman Baikku?

Celoteh, Lentera Kalbu Januari 27th, 2011

Udah lama juga enggak posting di sini. Sekalian update sekalian curhat deh. Aku bingung sama temen-temen aku yang ribut cuma karena cinta. Aku inginnya mereka berdua baik-baik aja tanpa ada perasaan dendam. Pertemanan itu kan lebih indah dari pertengkaran kan kan?

Pertengkaran antar dua cewek ini memang enggak sampe jenggut-jenggutan alias perang dingin. Saling sindir lewat status di facebook dan gak mau saling ngalah. Ya, namanya orang berantem pasti merasa dirinya paling bener dan menyalahkan orang lain.

Masalahnya juga tentang cinta. Pertarungan antara sang pacar dan sang mantan akibat ulah sang kekasih yang merasa dirinya kekosongan akan cinta. Wakakakakak. Aku sendiri ingin banget mereka berdamai karena dua-duanya adalah teman terbaikku. Hanya saja masalah yang mereka ceritakan selalu tentang cinta, cinta, dan cinta. Jujur, aku bukan pakar cinta karena gara-gara cinta masa sekolah dasar yang menyakitkan (hahaha. curhat gue). Dan satu lagi maslah mereka tuh gara-gara kesalah-pahaman di facebook. Huh dasar si facebook bikin orang berantem aja. hahaha. Ya, inti dari semua ini adalah aku ingin update blog ini dan juga semoga teman-teman terbaikku bisa membersihkan hatinya dari rasa dendam.

Apakah Ini Adil?

Celoteh Desember 22nd, 2010

Cerita tentang seorang nenek yang dihukum karena mencuri tiga buah kakao di Dusun Sidoarjo sungguh membuatku heran sekaligus sedih. Heran karena hanya masalah kecil sampai dibawa ke meja hijau, sedih karena dianggap mencuri sesuatu yang tidak seberapa harganya dihukum dengan cukup berat apalagi sang nenek tersebut bukan dari keluarga yang mampu.
Berbeda dengan kasus tersebut, kisah ini membuatku merasa bahwa hukum di negeri kita ini begitu tidak adil. Tidak bisa membedakan mana yang benar dan yang salah. Ya, jika memang dia salah, tolonglah perhatikan hukuman yang diberikan dengan keadaannya.
Suatu saat, kakak tingkatku baru keluar dari pusat perbelanjaan di kota Bandung. Letak pusat perbelanjaan itu sangat membahayakan pengunjungnya. Letaknya tepat di pertigaan atau lebih tepatnya disebut cagak Jalan Dr. Setiabudi dan Jalan Sukajadi. Jalan tersebut selalu diisi oleh kendaraan yang berkecepatan tinggi, baik dari arah Lembang maupun dari arah Bandung. Saat keluar dari pusat perbelanjaan sambil mengendarai motor, kakak tingkatku berniat untuk ke arah Lembang. Untuk itu dia harus menyebrangi Jalan Setiabudi. Petugas parkir sudah siap menyebrangkan dengan memberhentikan kendaraan di sekitar, mobil honda jazz sudah berhenti untuk memberikan jalan. Namun tiba-tiba dari arah yang sama dengan honda jazz ada sepeda motor yang dikendarai oleh seorang TNI dengan kecepatan tinggi menyalip honda jazz yang sedang berhenti dari arah kiri. Belum sempat menyebrang, kakak tingkatku ditabrak oleh pengendara sepeda motor itu.
Masalah tersebut berlanjut sampai ke meja hijau. Dan hasil persidangan itu menyatakan kalau kakak tingkatku kalah dan harus membayar denda sebesar Rp1,000,000. Sudah jatuh tertimpa tangga, sudah ditabrak disalahkan pula. Sebagai anak pengembara yang sedang kuliah di luar kota tentu hal yang sulit mengumpulkan uang sebanyak itu dengan jangka waktu yang sangat cepat.
Apakah ini adil?

Postingan ini juga dapat dilihat di
www.kompasiana.com/diphtegh
divateguh.blogspot.com